Direktur Pestisida & BRMP Papua Selatan Tinjau Informasi Gagal Panen di Distrik Malind
Merauke – Menindaklanjuti informasi yang beredar di media Redaksi22.com mengenai adanya potensi gagal panen seluas sekitar 100 hektar di Kampung Suka Maju, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, tim dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama instansi terkait melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Kunjungan dilakukan dengan turun langsung ke lokasi pertanaman padi di Kampung Suka Maju. Tim yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Direktur Pestisida Kementerian Pertanian, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Selatan, Pengamat Hama dan Penyakit (PHP) Provinsi Papua Selatan, Katimker Penyuluh Provinsi Papua Selatan, Penyuluh Pertanian Kampung Suka Maju, serta ketua Gapoktan dan petani penggarap.
Dari hasil pemantauan langsung di lapangan, diketahui bahwa kondisi pertanaman padi secara umum masih dalam keadaan baik. Serangan organisme pengganggu tanaman hanya ditemukan pada beberapa titik (spot) dan tidak seluas seperti informasi yang beredar.
Tim menemukan sekitar 1 hektar lahan yang terserang penyakit tungro dan hawar daun bakteri pada umur tanaman 50 HSS. Selain itu, terdapat sekitar satu hingga dua hektar lahan lain yang menunjukkan gejala serangan serupa, namun kondisi tanaman masih memungkinkan untuk pulih apabila dilakukan penanganan dan pengendalian secara tepat.
Secara keseluruhan, luas lahan persawahan di Kampung Suka Maju mencapai sekitar 1.693 ha, sehingga serangan yang ditemukan hanya sebagian kecil dari total areal yang ada. Tim teknis menilai bahwa apabila tanaman dipelihara secara intensif, termasuk dengan pengendalian hama dan penyakit secara tepat, tanaman padi masih berpotensi memberikan hasil panen.
Serangan penyakit tersebut dinilai masih dibawah ambang batas dan masih dapat dilakukan pengendalian hama dan penyakit serta perlu dilakukan pemantaua mengingat kondisi curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini yang dapat mendukung perkembangan hama dan penyakit tanaman.
Melalui kegiatan pemantauan ini, pemerintah bersama penyuluh pertanian mengimbau para petani untuk terus melakukan pengamatan rutin terhadap pertanaman padi di lahan masing-masing. Petani juga diharapkan menggunakan pestisida secara bijak dan sesuai dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang, sehingga pengendalian dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Perlu dilakukan pergiliran varietas dan penanaman secara serentak.
Dengan adanya pengecekan langsung di lapangan ini, diharapkan informasi yang berkembang di masyarakat dapat dipahami secara lebih objektif serta menjadi bahan evaluasi bersama dalam menjaga keberhasilan produksi padi di Distrik Malind.